Sungai di Garut Menagih Janji, Dalam Sepekan Tujuh Nyawa Melayang

0
977

HARIANGARUT-NEWS.COM – Beberapa hari yang lalu, tepatnya Sabtu (17/03) Abdullah Rasyid Reza Ibrahim (17) warga Pangulah Utara, Kota Baru, Kabupaten Karawang dan Anggi JanuarĀ (17) warga Kampung Ciarog, Desa Kersamanah, Kecamatan Kersamanah Kabupaten Garut, tenggelam hingga tewas saat berenang di Curug Rahong Sungai Cibodas di Kampung Tarunggang, Desa Sukajaya, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut.

Minggu (18/03) kemarin, Tommy Permana dan Sifa Anjani warga Desa Godog, Kecamatan Karangpawitan, Mustofa warga Desa Sirna Jaya, Kecamatan Cisurupan dan Rizky warga Kampung Andir Desa Mulyasari, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, juga tenggelam ketika berenang di Curug Teko kawasan wisata Gunung Papandayan, Kecamatan Cisurupan.

Tidak hanya 2 kejadian di Kecamatan Cisewu dan Cisurupan saja, di Sungai Cimanuk tepatnya di Bendungan Copong, Desa Sukasenang, Kecamatan Banyuresmi, juga menyebabkan Adit (22) warga Kampung Bojong Larang RT03/15 Kelurahan Sukamentri, Kecamatan Garut Kota, dinyatakan hilang tenggelam saat berenang bersama tiga temannya, Rabu (21/03) sore kemarin.

Untuk korban yang terakhir, Tim gabungan setempat sudah berkoordinasi dan langsung melakukan pencarian korban yang hingga berita ini ditulis masih belum ditemukan. Tim SAR gabungan bersama aparat keamanan dari pihak kepolisian dan TNI tetap stanby di tempat kejadian.

Kapolsek Banyuresmi Resor Garut Kompol Krisna Irawan bersama Tim SAR gabungan sedang melaksanakan brifing guna persiapan pencarian korban tenggelam di Bendungan Copong pada Kamis (22/03) pagi.

Ada banyak cerita yang terselip dari orang-orang yang dengan gigih membantu proses pencarian dan evakuasi korban tenggelam tersebut. Salah satunya Tim Resque dari Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Garut, Ganjar (25), yang tinggal di Jalan Pasar Baru RT01/10 Kelurahan Ciwalen, Kecamatan Garut Kota.

Ganjar bersama ketiga rekan kerjanya Asep Ridwan (28), Ramdani (22), dan Asep Abo (35), baru saja beberapa hari yang lalu turun gunung usai bergabung bersama Tim SAR lainnya guna mengevakuasi korban tenggelam yang terjadi di dua Kecamatan, Cisewu dan Cisurupan.

“Saya cuma pengen bantu apa yang saya bisa. Ada gunanya saya buat orang lain. Setelah bergabung dengan Dinas Damkar Kabupaten Garut di Bidang Operasi dan Evakuasi, banyak hal yang kami lakukan bersama rekan-rekan. Selain korban tenggelam, Tim Resque ini kerap membantu warga yang meminta untuk memindahkan sarang Tawon, Ular yang terjebak di dalam ruangan, mengevakuasi korban kebakaran yang terjebak di dalam rumah yang terbakar, dan lainnya,” ungkap Ganjar, Kamis (22/03) dinihari.

Ganjar bersama teman-temannya mengatakan, sebelum datang ke lokasi Bendungan Copong untuk mencari korban tenggelam, sebenarnya ia sudah siap-siap berangkat ke Wanaraja untuk mengevakuasi sarang Tawon di salah satu rumah warga. Ganjar mengaku, saat itulah setiap ada musibah, ia ingin sekali hadir.

“Mungkin sudah panggilan jiwa, selain tugas, ada kepuasan tersendiri setelah dapat membantu kesulitan orang lain. Apalagi dalam misi kemanusiaan ini, bagi saya menggotong jenazah adalah pekerjaan mulia,” ujar Ganjar yang diamini oleh rekan-rekannya.

Terkait banyak korban berjatuhan yang tenggelam di sungai, Ganjar mengatakan, disamping itu sudah musibah, mungkin alam sudah mulai murka, ujar Ganjar sambil tertawa. Banyak pihak, lanjut dia, yang meminta agar hutan dilestarikan. Namun tidak sedikit juga yang mengambil alih fungsi menjadi gunung beton.

“Mungkin kata alam, mana, katanya kami akan dilestarikan, tapi malah di rusak. Jadi sungai juga yang ada di dalamnya menagih janji, sebagai bentuk protes akhirnya selama sepekan ini ada tujuh korban tenggelam. Diantaranya di Cisewu dua orang, Cisurupan empat orang, terakhir yang sekarang di Copong,” pungkas Ganjar berilustrasi. (Igie)

Hosting Unlimited Indonesia

LEAVE A REPLY