Kades Sukasenang Garut : Para Relawan Itu Berhati Emas

0
533

HARIANGARUT-NEWS.COM – Tim evakuasi gabungan terpaksa menghentikan pencarian korban tenggelam di Bendungan Copong, Desa Sukasenang, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut.

“Penghentian dilakukan karena kondisi sudah gelap dan membahayakan. Pencarian korban tenggelam baru akan dilanjutkan besok pagi bersama tim evakuasi gabungan,” kata Komandan Regu Basarnas, Edy Sukamto kepada hariangarut-news.com, Rabu (21/03) malam.

Diberitakan sebelumnya, Adit (22) warga Kampung Bojong Larang RT03/15 Kelurahan Sukamentri, Kecamatan Garut Kota, dinyatakan hilang tenggelam di Bendungan Copong saat berenang bersama tiga temannya, Rabu (21/03) sore tadi.

Pantauan hariangarut-news.com, hingga Kamis (22/03) sekira pukul 13.00 WIB, tampak Kepala Desa Sukasenang, Iwan Ridwan, didampingi Bhabinkamtibmas Polsek Banyuresmi, Brigadir Panji Nursalam, Babinsa Desa Sukasenang, Sertu Cecep Budi, dan Tim Medis dari UPT Puskesmas Banyuresmi, Pardi, masih berada di lokasi guna memantau perkembangan korban hilang tersebut.

“Kebetulan temen-temen Tim SAR gabungan dari Basarnas Bandung, Brimob, Polsek, Koramil, BPBD, Damkar, Satgana, PMI, Mapala STTG, SAR Pramuka 0905, dan LPBM semuanya istirahat di gedung yang ada di lokasi Bendungan. Dan kebetulan juga ini berada di wilayah RW07 Desa Sukasenang, saya bersama Bhabinkamtibmas dan Babinsa tentunya ikut turun ke lapangan untuk mengetahui perkembangan yang terjadi,” ujar Kades yang dekat dengan awak media tersebut.

Ridwan mengatakan, hingga saat ini korban masih belum ditemukan sejak diketahui hilang tenggelam pada pukul 16.00 WIB. Sambil menunggu waktu beranjak pagi, Kades Sukasenang mengenang, dirinya pernah melakukan hal sama yakni begadang di Bendungan Copong saat terjadi banjir bandang yang menerjang Kabupaten Garut pada Tahun 2016 lalu.

“Tim SAR dan para relawan itu berhati emas, pekerjaan mereka itu sangat mulia. Tak mengenal tempat dan waktu, mereka selalu ada saat orang lain tertimpa bencana. Seperti kejadian banjir bandang dulu, berminggu-minggu mereka tinggal di lokasi bencana untuk membantu para korban, tanpa pamrih,” pungkas Iwan Ridwan. (Igie)

Hosting Unlimited Indonesia

LEAVE A REPLY