Bergelut dengan Penyakit, Gadis Manis Warga Bungbulang Garut Ini Terpaksa Tinggalkan Sekolah

0
1582

HARIANGARUT-NEWS.COM -Novi Rahayu, lahir pada 18 Nopember 2000 di Kampung Palahan RT 03 RT 01 Desa Margalaksana, Kecamatan Bungbulang, Kabupaten Garut. Anak dari Igun Agus Dadi dan Heni Marlina ini merupakan anak keempat dari lima bersaudara. Sayang, ketiga kakaknya meninggal sewaktu kecil sehingga ia kini menjadi anak tertua di keluarganya.

Novi berasal dari keluarga yang sangat sederhana. Ayahnya saat ini bekerja sebagai pengumpul barang rongsokan, pekerjaan yang sudah beberapa bulan ini ditekuninya. Sedangkan ibunya hanya mengurus rumah tangga yang sebelumnya pernah bekerja sebagai TKW di Abu Dhabi).

Saat ini Novi tercatat sebagai siswa kelas XII di Sekolah Menengah Atas. Seperti halnya teman-teman lainnya, Novi seharusnya tengah manghadapi ujian menjelang kelulusan. Sayang, penyakit yang dideritanya semenjak September tahun lalu membuatnya terancam tidak dapat mengikuti ujian. Kini, ia hanya bisa terbaring di rumahnya yang sederhana.

Peristiwa itu bermula di bulan September 2017. Sepulang sekolah, Novi pulang dalam keadaan hujan-hujanan. Malamnya ia mengeluhkan kakinya yang terasa pegal-pegal dan terlihat membengkak. Orang tuanya kemudian memanggil tukang pijat. Saat dipijat, ternyata tidak hanya bagian kaki, tetapi hampir seluruh bagian tubuh.

Tidak disangka, besoknya seluruh tubuh, terutama bagian perut Novi jadi membengkak. Hal ini berlangsung beberapa waktu lamanya. Memasuki Oktober, keadaan Novi malah semakin mengkhawatirkan. Khawatir keadaan anaknya bertambah parah, orangtua Novi membawanya ke RSUD dr. Slamet Garut. Novi sempat melakukan cek darah dan tes urin. Hasil diagnose dokter menyebutkan bahwa Novi menderita bocor ginjal dan lambung, serta disarankan untuk melakukan rawat inap.

Karena keadaan keuangan keluarga yang tidak cukup, orangtua Novi terpaksa tidak mengikuti saran dokter. Novi kembali dibawa pulang ke rumahnya. Bukannya membaik, keadaan Novi semakin mengkhawatirkan. Tubuhnya membengkak, dari semula beratnya berkisar 40 kg saat ini menjadi 67 kg. Tidak hanya itu, saat menangis, matanya langsung membengkak dengan kantung mata kehitaman. Bahkan, pernah dalam satu hari satu malam hanya dapat berbaring di tempat tidur.

Selain bengkak, di bagian kaki juga kerap dijumpai sejumlah luka kecil yang mengeluarkan darah bening. Luka itu sulit sekali sembuh. Darah bening yang keluar sulit dihentikan. Kondisi tersebut berlangsung berminggu-minggu. Akibatnya, Ujian Tengah Semester (UTS) pun harus dilakukannya di rumah.

Upaya mengobati penyakit anaknya terus dilakukan. Bulan Desember, Novi kembali dibawa berobat ke klinik yang ada di wilayah Bungbulang. Dokter yang memeriksa kembali mendiagnosa penyakit yang sama, yaitu ginjal dan lambung. Karena masih penasaran, Novi dibawa ke dokter yang berbeda, hasilnya tetap sama. Diagnose dokter menyebutkan Novi menderita ginjal, lambung, dan paru-paru. Kali ini, dokter menyarankan agar segera dirawat. Lagi-lagi, kondisi ekonomi yang membuat pengobatan tidak dilakukan secara tuntas. Pengobatan lebih sering dilakukan dengan mengandalkan obat-obat tradisional yang sayangnya hanya sebatas mengandalkan informasi alakadarnya di sekitar tempat tinggalnya.

Hingga saat ini Novi masih terbaring di rumahnya. Tubuhnya layaknya perempuan yang tengah mengandung sembilan bulan. Sejak semester dua, Novi tidak bisa lagi ke sekolah. Padahal beberapa hari lagi, ia dan teman-teman sekolahnya akan mengikuti ujian, mulai dari ujian praktik, ujian simulasi, ujian sekolah, sampai ujian sekolah.

”Setiap pagi, anak saya hanya dapat memandangi sepatu dan seragam sekolahnya yang sudah lama tidak dapat dipakainya karena ukuran kakinya semakin membesar. Ia sering menangis dan berkata ingin segera sembuh dari penyakit yang dideritanya,” ibunya menuturkan.

Orangtua Novi berharap, anaknya dapat ditangani medis secara baik sehingga penyakitnya diketahui dengan pasti. Namun, lagi-lagi ketiadaan biaya menjadi kendala. Perlu diketahui, keluarga Novi tidak mempunyai kartu BPJS. Akibatnya, seluruh biaya pengobatan harus ditanggung oleh pihak keluarga. (Igie/Yans)

Hosting Unlimited Indonesia

LEAVE A REPLY