Warga Mekarsari Garut Tolak Pendirian Kandang Ayam Dekat Sumber Mata Air

0
1212

HARIANGARUT-NEWS.COM -Rencana salah satu pengusaha lokal, membuka kandang ayam di kampung Cikarag RT02/06, Desa Mekarsari, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, mendapat hambatan. Warga Kampung tersebut menolak, lantaran khawatir dengan dampak bau tak sedap, serbuan lalat, lebih-lebih kotoran yang muncul dari aktivitas ternak ayam itu bisa mencemari mata air Ciburial yang biasa dikonsumsi dan digunakan mandi serta mencuci warga setempat tersebut.

“Kami hanya menyampaikan apa yang ditakutkan warga dan Pemuda Persis yang dimana rencana pendirian kandang ayam tersebut akan mengganggu juga kegiatan belajar mengajar di sekolah Pesantren Persatuan Islam (PPI) 81 Cibatu akibat aroma tak sedap.  Artinya rencana itu harus di kaji ulang,” ujar Wildan, salah seorang Senior Pemuda Persis, Kamis (01/03).

Penolakan warga cukup beralasan, mengingat keberadaan kandang ayam tepat berada di hulu mata air yang sudah ratusan tahun digunakan kebutuhan oleh warga sekitar, selain akan mendatangkan banyak lalat. Warga setempat takut, lalat akan menyebarkan berbagai penyakit ke pemukiman penduduk.

“Aktifitas itu akan berdampak pada mutu mata air Ciburial yang sudah puluhan bahkan ratusan tahun digunakan warga setempat. Alasan diatas perkuat dengan ketentuan Surat Keputusan  Menteri Pertanian Nomor 406/KPTS/ORG/6/80 bahwa salah satu syarat berdirinya peternakan tidak terletak di pusat kota dan pemukiman  penduduk jarak dari pemukiman 1000 meter,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Cibatu Drs Sardiman Tanjung, mengakui adanya penolakan itu. Bahkan, unsur Forkopim Kecamatan Cibatu telah turun tangan untuk melakukan mediasi antara pemilik usaha dengan warga setempat. Camat juga menyampaikan bahwa pihaknya sudah membuat surat perintah penghentian pembangunan kandang ayam yang berlokasi di Desa Mekarsari tersebut.

“Selain masalah izin belum semuanya ditempuh, ya mau bagaimana kalau warga tetap menolak. Pengalaman dibeberapa tempat, memang benar kandang ayam harus jauh dari lokasi pemukiman penduduk. Kalau masalah izin kami lebih menyarankan kepada pihak pemerintahan desa agar diselesaikan dulu secara internal antara warga dan pengusaha,” tutupnya. (Igie/Asep W)

Hosting Unlimited Indonesia

LEAVE A REPLY