Mahakarya Seni dan Budaya Istimewa Akan Tersaji di Hari Jadi Garut Ke-205 

0
980

HARIANGARUT-NEWS.COM -Mahakarya Gebyar Pesona Budaya Garut (GPBG 2018) kembali hadir pada 22 Februari 2018. Event yang digelar ke-16 kalinya ini bakal istimewa. Prosesi dan Gelaran Budaya, Festival Budaya serta Garut Creative Expo bakal membalut event tersebut.

“GPBG ini masuk ke dalam kalender 100 Event Nasional 2018. Kegiatan akan dipusatkan di lapang olah raga Ciateul Kabupaten Garut. Kapasitas gedung ini bisa menampung pengunjung sekitar 10.000 orang,“ kata Deputi Pemasaran I Kemenpar, I Gde Pitana didampingi Kepala Bidang Pemasaran I Area Jawa, Wawan Gunawan, Minggu (04/02).

GPBG digelar berbarengan dengan HUT Kabupaten Garut ke-205. Mengusung tema “Gawe Rancage Mawa Raharja” (Kerja bersama untuk meraih kesejahteraan), GPBG juga menjadi ajang exshibishi dan event budaya berbasis Ekonomi Industri Creative.

“GPBG untuk menginspirasi para seniman dan budayawan. Selain itu, juga akan membuka peluang sebagai media tranding yang baik bagi para pelaku seni dan budaya serta Industri Pariwisata,” ujar Pitana.

Kegiatan ini akan diawali dengan Jalan Sehat bersama seluruh masyarakat Garut, pada 20 Februari 2018. Dilanjutkan Grand Opening pada tanggal 22 Februari 2018 pukul 08.00 WIB. Pembukaan akan diisi prosesi budaya dari perwakilan dari 7 Provinsi dan 10 kabupaten kota se-Indonesia.

“Juga ada penampilan 20 komunitas seni dan budaya, 9 masyarakat adat, perwakilan dari kecamatan dan desa seluruh kabupaten Garut. Puncaknya, akan dimeriahkan pagelaran Wayang Ajen yang fenomenal 24 Februari di Alun-Alun Karangpawitan,” kata Pitana.

Sementara, Garut kreatif akan diisi lebih dari 500 stan UMKM termasuk perwakilan 4 negara sahabat untuk ikut berpromosi. Kegiatan ini rencananya juga dihadiri 20 duta besar dari negara-negara sahabat. Yang meliput tidak hanya media lokal, media luar negeri juga datang.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut, Budi Gan Gan Gumilar menambahkan, GPBG kali ini sangat istimewa. Karena akan ada pemecahan rekor ORI rampak Selain itu, ada penampilan Rampak Silat Bambu Runcing oleh 700 pendekar dari 29 padepokan silat.

“Tentu ini istimewa. Tujuannya untuk melestarikan seni dan budaya dan mempromosikan pariwisata. Yang paling penting adalah untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisata ke indonesia,” ujar Budi.

Sementara, Wawan Gunawan mengatakan, kegiatan ini akan menjadi pengungkit dalam pergerakan ekonomi. Karena mempunyai potensi yang sangat kuat untuk mendatangkan wisatawan nusantara dan mancanegara untuk datang ke Garut.

“Digelarnya acara ini akan menggerakkan perekonomian masyarakat. Wisata Kabupaten Garut juga ikut terpromosikan kepada wisnus dan wisman,” kata Wawan yang juga dalang Wayang Ajen ini.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengapresiasi gelaran GPBG ini. Dikatakannya, selama ini, ketertarikan wisatawan untuk berkunjung ke Indonesia, khususnya wisman, 60 persen dipengaruhi oleh faktor budaya.

“Jadi ketika ada pertunjukan budaya yang menyentuh hati nurani masyarakat, akan menjadi daya tarik positif yang sangat tinggi. Sehingga berpengaruh dalam peningkatan kunjungan wisman dan wisnus,” kata Menpar Arief Yahya.

Melihat antusiasme yang tinggi dari masyarakat Garut Menpar pun menilai bahwa masyarakat sudah sangat siap menjadikan pariwisata sebagai salah satu sektor unggulan. Terlebih Garut sejak sebelum zaman kemerdekaan sudah dikenal dengan kekayaan budaya, alam dan kulinernya.

“Sekarang ini tinggal meningkatkan promosi Garut agar supaya bangkit lagi pariwisatanya. Menyatukan stakeholder pariwisata, atau yang kita sebut unsur pentahelix,” pungkas Menpar Arief Yahya. (Igie)**

Hosting Unlimited Indonesia

LEAVE A REPLY