Calon Bupati Garut dari Partai Golkar : Saya Bukan Ahmadiyah

0
1123

HARIANGARUT-NEWS.COM – Bakal Calon Bupati Garut, Iman Alirahman, yang diusung Partai Golongan Karya dan PDIP, terus melakukan blusukan menemui masyarakat. Sebelumnya, selama tiga hari Iman Alirahman yang disandingkan dengan Dedi Hasan Bahtiar, berada di wilayah Garut Selatan. Kini blusukan tersebut dilakukan di wilayah Utara, mulai dari Kecamatan Kadungora dan Kecamatan Limbangan.

“Menemui masyarakat Garut, memang saat menjabat sebagai Sekda Garut tidak pernah dilakukan lantaran terbatas oleh pekerjaan kedinasan, sehingga dalam proses pencalonan banyak masyarakat yang terus menanyakan keberadaan selama ini,” ujar Iman Alirahman, Kamis (01/02) pada wartawan, saat ditemui di aula desa Cisaat, Kecamatan Kadungora.

Iman Alirahman yang didampingi Ketua BAPPILU Partai Golkar sekaligus Ketua Tim Gabungan Pemenangan Pilkada Deden Sopian, menuturkan, proses Pilkada saat ini tengah berada dalam tahapan verifikasi persyaratan, sehingga saat ini masih disebut bakal calon belum ditetapkan sebagai calon. Yang mana KPU akan mengumumkannya pada tanggal 12 Pebruari 2018 mendatang.

“Dalam pertemuan dengan masyarakat, banyak keluhan persoalan tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik yang sampai saat ini belum berjalan secara maksimal. Untuk itu jika nanti terpilih sebaga Bupati Garut, keluhan tersebut akan menjadi skala prioritas termasuk membentuk Perda Diniyah,” ucapnya.

Selain menyapa dan menyampaikan program yang akan di jalankan dalam pemerintahan nanti, Iman Alirahman, yang sudah kental pengalaman di bidang pemerintahan inibmenuturkan, suhu politik di Kabupaten Garut sudah mulai terasa hangatnya, yang mana saat ini sudah mulai banyak yang menyebar isu termasuk isu sara.

“Isu sara aliran Ahmadiyah saat ini sudah terlihat digelindingkan. Namun, bagi saya hal tersebut sebuah proses dalam politik terlebih saat ini Pilkada akan dilaksanakan. Saya, tegaskan kalau Iman Alirahman, bukan Ahmadiyah, melainkan beragama Islam sama dengan bapak ibu yang hadir. Syahadat saya sama, sembahyang saya sama,” tegas Iman.

Ia juga menambahkan, Ahmadian bukan aliran saya. Apalagi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Garut, sudah mengeluarkan Fatwa yang isinya menyatakan saya bukan penganut aliran Ahamdiyah, yang selama ini sudah dituduhkan.

Selain MUI sudah mengeluarkan Fatwan, Iman mengatakan, sejak tahun 2010 lalu, dirinya sudah terdaftar sebagai anggota Nahdatul Ulama (NU). Bahkan, memiliki KTA NU Kabupaten Garut, singkatnya. (Igie/Daus)

Hosting Unlimited Indonesia

LEAVE A REPLY