Terkait Bully Siswi SMP, Kapolres Garut dan Dinas Pendidikan Langsung Turun Tangan

0
2793

HARIANGARUT-NEWS.COM – Menyikapi video siswi SMP 2 Tarogong Kidul, Kabupaten Garut yang viral di media sosial, Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna SIK, dan jajaran didampingi Kabid SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Totong M Si, langsung turun tangan dan mengumpulkan semua siswa di lapangan.

Dalam video berdurasi 20 detik itu terlihat adanya siswi berbeda sekolah yang bersikap tidak terpuji terhadap temannya dengan menyemburkan air dan menyiram disaksikan oleh sejumlah teman lainnya. Video itu diduga di rekam oleh seorang siswa SMP yang kini sudah menyebar luar.

Kapolres Garut didampingi PJU Polres Garut dan Kabid SMP dari Dinas Pendidikan Kabulaten Garut, langsung memberikan pembinaan terkait video viral bully siswi SMP 1 Tarogong Kidul, Jumat (19/01).

Pelaku penyiraman kemudian diketahui bernama Kiranti, sedangkan yang merekam video bernama Lusi. Keduanya merupakan siswi kelas 9 SMPN 2 Tarogong Kidul. Sedangkan siswi yang menjadi korban yakni bernama Keisya dari sekolah berbeda yaitu SMPN 1 Tarogong Kidul.

Dari informasi yang diterima Kepala Sekolah SMPN 1 Tarogong Kidul, Agus Sutisna, korban diduga diperlakukan buruk karena dipicu persoalan salah paham. Korban di fitnah telah mengejek pelaku meski sudah meminta maaf, namun akhirnya korban diperlakukan buruk. Insiden itu terjadi pada Rabu (17/01) di luar lingkungan sekolah.

“Akibatnya korban hingga kini trauma berat dan engga sekolah, padahal dia merupakan siswa berprestasi. Korban langsung drop dan sampai sekarang belum bisa sekolah. Saya sebagai Kepala Sekolah merasa prihatin sekali padahal anak kami itu anak berprestasi, mudahan-mudahan siswa-siswi lainnya tidak terpancing,” ujar Agus.

Menyikapi adanya kasus ini, Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna, langsung turun tangan dengan pihak sekolah dan mengumpulkan seluruh siswa di dua sekolah bertempat di lapangan sekolah SMPN 1 dan 2 Tarogong Kidul.

Kapolres Garut mengumpulkan siswa-siswi dua sekolah sekaligus yang ada di Tarogong Kidul.

“Polisi belum menemukan adanya unsur pidana dalam kasus ini karena tidak ada laporan dari korban baik sekolah maupun keluarganya. Keterangan para siswi itu hanya bercanda merekam namun mereka tidak menyangka videonya akan viral,” ungkap Kapolres Garut.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMP 2 Tarogong Kidul, Muhidin, mengaku sudah mengaku meminta maaf kepada pihak SMP 1 tarogong Kidul yang menjadi korban. Siswi yang menjadi pelakupun sama hingga kini trauma tidak masuk sekolah.

“Entah apa perselisihannya mereka bertemu dan terjadi seperti itu, yang video awalnya hanya rekam suara dan tidak sadar akan seperti ini dan muncul penyesalan,” terang Agus.

Kabid SMP dari Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Totong M Si menuturkan, dalam waktu dekat pihaknya akan memfasilitasi dengan mengumpulkan siswi baik pelaku maupun korban termasuk bersama dengan orang tua mereka.

“Kebetulan awal permasalahan kesalahpahaman dalam komunikasi di jejaring media sosial whatsapp, dan kejadiannya di luar sekolah pada Selasa (16/01) sekitar jam 14.00 WIB, di sekitaran jalan menuju Kerkof ketika pulang sekolah dan telah diselesaikan secara kekeluargaan di internal sekolah,” ungkap Totong.

Kabid SMP Disdik Garut melanjutkan, tadi pagi Jumat (19/01), bersama Kapolres Garut sudah memberikan pembinaan kepada seluruh siswa baik di SMPN 1 Tarkid maupun SMPN 2 Tarogong Kidul, dan selanjutnya, imbuh Totong, akan menjadi program bersama untuk memberikan pembinaan ke seluruh sekolah.

“Kami pun menegaskan bahwa Dinas Pendidikan sudah melarang para siswa membawa semua jenis media sosial (HP, Gadget, ataupun sejenisnya) di lingkungan satuan pendidikan karena dirasakan dapat berdampak pada konsentrasi belajar anak dan menghindari sisi negatif pemanfaatan media sosial dimaksud,” pungkas Totong Kepada hariangarut-news.com (Igie)

Hosting Unlimited Indonesia

LEAVE A REPLY