PWI dan PWRI Garut, Apresiasi Para Kades Sergap Wartawan Gadungan

0
1135

HARIANGARUT-NEWS.COM – Lembaga Pers di Garut, yakni Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan DPC Pemersatu Wartawan Reformasi Indonesia (PWRI) Jaya Kabupaten Garut, memberikan apresiasi kepada para Kepala Desa dan mendukung pihak kepolisian memproses hukum lebih lanjut oknum wartawan yang terbukti melakukan tindakan pemerasan dengan memanfaatkan profesi sebagai wartawan ke sejumlah Kecamatan di Kabupaten Garut.

Usai Polres Garut menggelar Press Release pada Jumat (12/01) di halaman Mapolres Garut, Ketua PWI Kabupaten Garut, Aef Hendi mengatakan, pihaknya memberikan apresiasi kepada Assosiasi Pemerintahan Desa Indonesia (APDESI) Kabupaten Garut dan Satuan Reskrim Polres Garut yang berhasil melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap oknum wartawan yang melakukan pemerasan. Menurutnya, polisi harus berani tegas dan mengusut tuntas kasus tersebut.

Aef juga menegaskan, tidak dibenarkan pemberian nama media massa yang menyerupai nama-nama lembaga negara. Hal itu, menurutnya sudah diputuskan dalam peraturan Dewan Pers, mengingat banyak oknum wartawan yang mengaku dari salah satu lembaga negara dan saat ditangkap mengaku wartawan.

“Sudah sepantasnya polisi memprosesnya secara hukum, karena hal tersebut jelas-jelas mencederai profesi wartawan yang mulia. Tidak ada ampun bagi wartawan seperti itu, proses hukum adalah pilihannya, sehingga ada efek jera untuk yang lainnya. Apalagi mereka tidak melaksanakan tugas -tugas jurnalistik,” kata Aef, Jumat (12/01).

Ketua DPC PWRI Kabupaten Garut, Agus Sopian.

Senada dengan Aef Hendi, Ketua PWRI Jaya Kabupaten Garut, Agus Sopian menyampaikan terima kasih atas kerjasama para kepala desa yang telah meringkus wartawan gadungan tersebut. Selama ini pengurus lembaga pers di Garut merasa prihatin mendengar ada oknum wartawan gadungan yang melakukan pemerasan kepada instansi pemerintah, masyarakat, hingga kepala desa, dan yang sangat memalukan lagi, oknum masyarakat tersebut mengaku-ngaku wartawan.

“Humas Polres dan Kominfo terus menertibkan media seperti itu, termasuk kami dan PWI serta lembaga pers lainnya di Kabupaten Garut terus melakukan pembenahan, dan meningkatkan kualitas wartawan. Kami mendorong dan berkomitmen membersihkan pers dari praktik-praktik penyalahgunaan profesi jurnalis seperti itu,” kata Agus Sopian.

Sebelumnya, sejumlah Kepala Desa melakukan Operasi Tangkap Tangan pada Rabu (10/01) sekitar pukul 15.30 WIB di sekretariat salah satu ormas Desa Margalaksana, Kecamatan Cilawu, setelah para Kades menjebak BP, MH dan TA yang terlibat kasus pemerasan terhadap sejumlah kepala desa di Kabupaten Garut. Kabar penangkapan wartawan gadungan itu langsung menyebar dan menggemparkan masyarakat, pejabat dan wartawan di Kabupaten Garut. (Igie)

Hosting Unlimited Indonesia

LEAVE A REPLY