Polres Garut Gelar Press Release, Tiga Oknum Wartawan Tertunduk Malu

3
3007
Kapolres Garut didamping PJU Polres Garut memperlihatkan sejumlah barang bukti milik oknum wartawan, Jumat (12/01).

HARIANGARUT-NEWS.COM – Tiga pelaku pemerasan yang mengaku wartawan tertunduk malu saat diadakan gelar Press Release oleh pihak Polres Garut pada hari Jumat (12/01) sekira pukul 13.00 WIB.

Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna SIK, didampingi Waka Polres Garut, Kasat Reskrim, Kasat Binmas, Kasat Lantas, Kasat Intel, Kasubag Humas, Kasi Propam, beserta jajaran mengatakan, pelaku berjumlah tiga orang yang berinisial BP, MH dan TA, melakukan tindakan pemerasan kepada salah seorang Kepala Desa di Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut.

Kapolres memaparkan, kronologis kejadian bermula pada Selasa (09/11) pukul 11.00 WIB, ketiga tersangka yang berasal dari Kecamatan Kadungora dan dua oknum lainnya berasal dari Bekasi,  mendatangi Kantor Desa Margalaksana Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut, dan menemui Wawan Bin Suwita selaku Kepala Desa. Tersangka mengaku bahwa dirinya dan dua orang tersangka lainnya yang mengaku dari Media Sidik Jakarta, ditugaskan Kementrian Desa untuk melakukan pengecekan Anggaran Dana Desa Tahun 2016.

“Kemudian ketiga tersangka menjelaskan bahwa untuk Desa Margalaksana diduga telah terjadi penyelewengan Anggaran DD Tahun 2016. Lalu tersangka BP meminta sejumlah uang sebesar Rp10 Juta kepada korban dengan maksud menutup laporan Desa Margalaksana yang ada di Kementrian Desa. Karena merasa terancam, Kepala Desa Margalaksana menghubungi pihak Kepolisian dan rekan kepala desa yang lain, dan langsung menyergap ketiga tersangka tersebut di Kampung Panggilingan, Desa Margalaksana, Kecamatan Cilawu,” terang AKBP Budi Satria Wiguna.

Sejumlah uang sebesar Rp5 Juta dan kendaraan yang digunakan operasi oknum wartawan tak luput menjadi barang bukti atas tindakan kejahatan yang dilakukan MH, BP dan TA.

Kapolres menambahkan, sebelumnya para Kepala Desa sempat menjebak tersangka dengan menyerahkan uang Rp1 Juta, dan terakhir Rp4 Juta. Saat ini barang bukti uang tunai sebesar Rp5 Juta, 1 unit mobil Daihatsu Ayla Nopol B 1462 FO, satu unit Handphone, berikut identitas lainnya kini diamankan Kepolisian Resor Garut.

“Atas dugaan tindak pidana pemerasan, ancaman dan penipuan tersebut, pelaku bisa dijerat dengan pasal 368, 369 dan 378, dengan ancaman hukuman selama 4 tahun penjara,” pungkas Kapolres.

Selain menggelar press release oknum wartawan, Polres Garut juga mengungkap kasus penimbunan beras raskin dan penganiayaan, pada Jumat (12/01). Hadir dalam acara tersebut Kabid Humas dari Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Garut, Ricky Rizky Darajat SH M Si beserta jajaran. (Igie)

Hosting Unlimited Indonesia

3 KOMENTAR

  1. Do you mind if I quote a couple of your posts as long as I provide credit and
    sources back to your weblog? My website is in the exact same area of interest as yours and my visitors
    would truly benefit from a lot of the information you present here.
    Please let me know if this okay with you. Thanks!

  2. Pretty nice post. I simply stumbled upon your blog and wanted to mention that I’ve truly loved browsing your weblog posts.
    After all I will be subscribing in your feed and I’m
    hoping you write again very soon!

LEAVE A REPLY