Anggota DPRD Komisi D : Plt Kadisdik Tidak Punya Latar Belakang Pendidikan, Bupati Garut Harus Anulir Keputusannya

0
1196

HARIANGARUT-NEWS.COM – Anggota DPRD Komisi D Kabupaten Garut, Yusep Mulyana SH MH, mengaku terkejut dengan digelar Serah Terima Jabatan Pelaksana Teknis (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut yang dilakukan Rabu (01/11) lalu. Sebab dia sama sekali tidak tahu karena tidak dilibatkan dalam Sertijab tersebut, padahal masalah pendidikan ada dibawah pengawasan Komisinya.

Meski mendukung digelarnya Sertijab demi perbaikan kinerja tata kelola pendidikan serta percepatan untuk mendongkrak IPM (Indeks Pembangunan Manusia), namun dia khawatir sertijab itu bisa menghambat dunia pendidikan di Garut. Diakui Yusep, sebelumnya tersiar kabar Plt Kepala Dinas Pendidikan akan dijabat dari Assisten Daerah (Asda) I, namun pelaksanaannya ternyata dirangkap oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Garut.

“Mengelola desa saja Kadis DPMD keteteran karena banyaknya program pembangunan yang tidak tuntas bahkan tidak terlaksana atau gagal dibangun karena terindikasi besarnya penyimpangan anggaran disana. Bupati harus mengkaji ulang dan menganulir kembali keputusannya,” ungkap Yusep kepada wartawan, Sabtu (04/11).

Akan tetapi nyatanya, pada sertijab kemarin Bupati Garut Rudy Gunawan SH MH merangkapkan jabatan Kepala DPMD, Jajat Darajat dengan menjadi Plt Kepala Dinas Pendidikan menggantikan Drs Dede Sutisna yang memasuki masa pensiun.

“Ilustrasinya gini aja, Kepala Dinas yang definitif atau Dede Sutisna yang sudah pengalaman hampir 40 tahun saja di Dinas Pendidikan masih banyak meninggalkan pekerjaan rumah, apalagi yang baru dan latar belakang pendidikannya pun juga bukan teknisnya ini akan menghambat dan malah menjadi boomerang bagi dunia pendidikan Garut, tinggal tunggu saja kehancurannya kalau urusan tidak ditangani oleh ahlinya,” kata Yusep.

Menurut Yusep, seharusnya untuk hal yang teknis tersebut, Bupati haruslah menempatkan pejabat yang baru yang ahli dibidangnya. Jadi Yusep pun menilai pejabat yang baru ini tidak akan mampu berbuat banyak. Sehingga pengalaman mengurus desa menyebabkan banyak kegiatan terbengkalai atau bahkan tidak dikerjakan akan kembali terulang.

“Bagi saya siapapun yang menjabat Kepala Dinas Pendidikan tidak jadi persoalan, namun yang harus dikedepankan demi kepentingan daerah agar Kabupaten Garut ini semakin maju,” tandasnya.

Terlebih lagi sambung dia, beberapa waktu lalu para kepala desa di Garut banyak yang tersandung masalah kasus korupsi dan degredasi moral lainnya. Maka jika apa yang dikhawatirkannya itu benar-benar terbukti, maka Bupati Garut hanya mampu meraih terbaik dalam hal teori, namun dalam prakteknya gagal.

“Semoga saja apa yang saya khawatirkan itu nanti tidak terbukti, dan pejabat yang ditunjuk meskipun bukan bidangnya mampu menjalankan tugasnya dengan baik dan IPM pendidikan di Garut semakin meningkat,” pungkas Yusep. (Igie/DK)

Hosting Unlimited Indonesia

LEAVE A REPLY