Mojang Karangtengah dan Jajaka Samarang, Juara Grand Final Pasanggiri Moka Garut 2017

0
2149

HARIANGARUT-NEWS.COM – Setelah melalui proses seleksi yang begitu ketat, pemilihan Pasanggiri Mojang Jajaka Kategori Dewasa dan Remaja akhirnya memilih dua pasangan terbaik pada Malam Puncak Grand Final Jumat (09/09) malam, di Gedung Pendopo Kabupaten Garut, yang dikemas begitu megah melalui lighting, penataan tempat, dan alunan musik gamelan yang mengiringinya. Belum lagi, penampilan Arumba Awi dari SMKN 1 Bandung yang semakin menghidupkan suasana acara.

Hadir dalam acara Malam Grand Final Pasanggiri Mojang Jajaka Tahun 2017, Bupati Garut, H Rudy Gunawan SH MH, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Garut, Budi Gan Gan SH M Si, Kapolsek Garut Kota, Kompol Uus Susilo SH, perwakilan Kodim 0611 Garut, Kapten Inf Dedi Saefuloh, Rektor Uniga Dr. Ir. H. Abdusy Syakur Amin, M.Eng, dan tamu undang lainnya baik didalam maupun luar Kabupaten Garut.

Puncak acara grand final mojang dan jajaka Kabupaten Garut Tahun 2017 berlangsung di Gedung Pendopo Kabupaten Garut, Jumat (09/09).

Adapun penilaian Moka Garut 2017 oleh jajaran dewan juri diantaranya Mamun S Pd M Pd (Kabid Pariwisata Disbudpar), DR. Hj Tinneke Hermina (Dosen Universitas Garut), Cucu CH (Penguji Uji Kompetisi Tata Kecantikan), Drs Cecep Surahman (Budayawan), dan Isnat Ahmad Zulfaqor S Ars (Jajaka Pinilih Kab. Garut 2015 dan Jajaka Jawa Barat 2016).

Pada ajang yang bertema “Raksa Budaya, Nanjeur Komarana” ini, dua pasangan terbaik itu pertama pada kategori dewasa, dewan juri menobatkan Ajeng Sopha Hanura dan Salawat Fatih Ibrahim sebagai Mojang dan Jajaka Pinilih Kabupaten Garut Kategori Dewasa Tahun 2017. Ajeng Sopha asal Karangtengah merupakan putri dari Yusuf SPd, anggota DPRD Komisi C Kabupaten Garut. Sementara Salawat Fatih Ibrahim merupakan Alumni Fakultas Tekhnologi Industri Pertanian Unpad asal Kecamatan Samarang.

Pada kategori remaja, telah terpilih Aliza Ayu Bintani dan Ahmad Nur Huda. Mojang pinilih Aliza adalah siswi SMAN 11 Garut asal Tarogong Kaler. Sementara Jajaka pinilih Ahmad Nur Huda merupakan siswa SMAN 1 Garut yang juga berasal dari Kecamatan Tarogong Kaler.

Dalam sambutannya, Bupati Garut berharap, dengan adanya Pinilih Mojang Jajaka ini selain meningkatkan kemampuan anak-anak generasi muda baik hard skill dan soft skill, juga menjadi salah satu mitra strategis pemerintah dalam hal ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Garut untuk mengenalkan semua potensi alam, pariwisata, kesenian, dan budaya khas Garut di kancah nasional maupun internasional.

“Teruslah belajar dan berprestasi. Moka harus motekar, berkontribusi dalam pembangunan di Kabupaten Garut, menjadi bagian mengenalkan semua potensi wisata, seni, dan budaya khas yang ada disini,” tandas Bupati Garut.

“Para mojang dan jajaka diharapkan mampu mewujudkan sosok mojang dan jajaka yang luhung elmuna, rancage gawena, jembar budayana, dan pengkuh agamana,” tambah Rudy dalam sambutannya.

Sementara pada kesempatan itu, Kepala Dinas Pariwisata dan kebudayaan Kabupaten Garut, Budi Gan Gan SH M Pd, merasa sangat bersyukur semua proses pemilihan Mojang Jajaka Pinilih Kabupaten Garut Tahun 2017 dapat berjalan lancar bahkan melebihi dari ekspetasi. Menurutnya, pemilihan moka tahun ini bisa dibilang yang paling hits dan trending topik di Kabupaten Garut. Hal tersebut dilihat dari antusiasme peserta moka yang dari awal membludak.

“Semua peserta telah melalui proses pemilihan yang lumayan panjang. Dimulai dengan audisi atau babak penyisihan, technical meeting, karantina, dan pembinaan. Kemudian juga ada aksi unjuk kabisa, kegiatan alam dan baksos, penjurian terbuka, latihan koreo, catwalk, gladi, hingga grand final,” kata Budi.

Pasanggiri Moka awalnya diikuti 150 peserta. Setelah melalui berbagai tahapan, sebagian diantaranya gugur dan lolos seleksi sebanyak 28 peserta. Jumlah peserta lolos seleksi terdiri dari 7 pasang kategori dewasa, dan 7 pasang remaja yang ikut Grand Final Pasanggiri Mojang dan Jajaka Garut Tahun 2017.

Sementara, Kepala Bidang Pariwisata dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Garut, yang sekaligus menjadi dewan juri pada Malam Grand Final Pasanggiri tersebut, Mamun S Pd M Pd menyampaikan, para Mojang Jajaka, baik pinilih ataupun bukan, diharapkan lebih aktif dan berkontribusi bagi Kabupaten Garut, khususnya bidang pariwisata, seni dan budaya. Selain itu, imbuh Mamun, turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan-kegiatan yang ada di Garut. Tentunya, tidak meninggalkan kewajiban sebagai pelajar, mahasiswa, atau profesi.

“Khususnya untuk pinilih kategori dewasa, diharapkan bisa membawa nama baik Garut di tingkat Jawa Barat. Pada pemilihan Moka ini, merupakan bagian dari program pengembangan SDM di kalangan generasi muda, yang nantinya bisa berkontribusi memajukan Pariwisata di Kabupaten Garut. Selama proses pemilihan yang ketat, mereka digembleng dengan wawasan dan pembekalan bukan hanya tentang kepariwisataan tetapi juga pengenalan budaya, kesenian, dan lebih penting pembentukan karakter,” pungkas Mamun. (Igie)

Hosting Unlimited Indonesia

LEAVE A REPLY